Tips Memilih Bahan Kaos Dan Bahan Kemeja Distro

Buat kamu yang mau membuat baju sendiri atau baru ingin memulai usaha distro atau brand clothing, penting sekali untuk tahu tips memilih bahan kaos dan bahan kemeja distro. Hal ini karena jenis bahan yang akan kamu gunakan menentukan kualitas serta harga produk. Dua hal yang juga sangat disoroti oleh calon pembelimu.

3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Bahan Kain

Sebelum kita membahan jenis-jenis bahan kaos dan bahan kemeja, ada baiknya kamu mengetahui 3 poin utama yang harus diperhatikan saat memilih bahan kain:

1. Pilih Jenis Bahan Dasar Kain yang Tepat

Faktor paling utama saat memilih bahan untuk kaos maupun kemeja distro adalah memilih bahan dasar kain yang tepat. Hal ini disebabkan jenis penyusun atau bahan dasar benang akan menentukan karakteristik dari kain itu sendiri.

2. Ukuran Benang

Selain bahan dasar benang, ukuran benang juga akan menentukan ketebalan dari kain. Misalnya benang 20s, hasil kain yang dibentuk akan lebih tebal dibandingkan dengan benang 30s. Benang 30s hasil kainnya akan lebih tebal dari 40s.

Memang tebal tipisnya suatu kain tidak selalu menentukan kualitas, namun bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk memilih bahan yang paling sesuai dengan tipe pakaian yang ingin dibuat.

3. Harga Bahan Kain

Nah, buat teman-teman yang membuat baju untuk dijual kembali, tentu saja harga bahan kain juga harus diperhitungkan sesuai dengan pangsa pasar ya….

Berikut adalah jenis bahan kemeja distro dan bahan kaos distro yang umum di pasaran.

Jenis Bahan Kemeja Distro

1. Kain Katun

Seperti telah disebutkan sebelumnya, kemeja katun termasuk kedalam jenis kain yang berbahan dasar serat kapas. Karakter kain ini adalah tidak mudah kusut setelah dicuci, tidak mudah luntur warnanya, daya serap keringatnya tinggi dan terasa dingin walaupun sedikit kaku. Bahan ini sedikit kaku namun terasa dingin dan menyerap keringat sehingga sangat nyaman saat digunakan sebagai bahan kemeja.

2. Kain Oxford

Karakteristik kain ini adalah memiliki tekstur kain yang rata, tampilannya seperti titik-titik pixel dalam resolusi gambar. Kemeja yang menggunakan bahan ini sering disebut juga dengan kemeja oxford. Kemeja ini cocok untuk gaya casual maupun formal, oleh karena itu sering dibuat sebagai kemeja kantoran, seragam kerja maupun seragam sekolah.

Salah satu merek kain oxford yang sering digunakan adalah kain tapian tropical. Kualitas bahan ini setara dengan kain japan drill.

3. Kain Chambray

Kain chambray visualnya mirip dengan bahan denim, namun tampak lebih halus karena berbahan dasar serat alami dari kapas. Bahan ini cukup populer sebagai bahan kemeja karena permukaan kainnya yang lembut memberikan rasa nyaman bahkan saat cuaca panas sekalipun.

4. Kain Denim

Bahan kemeja denim merupakan kain yang terbuat dari katun twill. Perbedaannya dengan katun twill adalah bahan ini tampak lebih halus dan tipis. Selain dipakai sebagai bahan kemeja, bahan denim juga dipakai dalam pembuatan celana, rok, maupun tas.

5. Kain Flanel

Bahan kain flanel memiliki karakteristik yang tebal. Karena karakteristik tersebut kain flanel cocok dibuat sebagai kemeja yang memberikan rasa hangat ketika digunakan.

6. Kain Acrylic

Kemeja acrylic adalah jenis kain yang biasa dibuat menjadi kemeja pria dan sering dikombinasikan dengan rompi dari bahan light weight wools.

7. Kain Drill

Kemeja drill adalah bahan kain yang halus, lembut serta terasa dingin di kulit. Tekstur kain drill adalah adanya garis miring pada dua sisi bahannya. Merek kain drill antara lain : American drill dan local drill.

Jenis Bahan Kaos Distro

1. Cotton Combed

Bahan cotton combed memiliki tekstur yang lembut sebagai hasil dari proses penyisiran tenunan benang dalam pembuatannya. Bahan ini dinilai relatif tahan lama/awet karena tenunan benangnya cenderung rapat dan kuat.

Oleh karena adanya proses penyisiran dalam pembuatannya, harga bahan kaos cotton combed secara umum menjadi lebih mahal dibandingkan bahan katun lain.

2. Blends

Bahan kaos blends merupakan janis kain yang berasal dari campuran dari dua bahan dasar atau lebih. Ada bahan blends yang terbuat dari campuran bahan katun dengan bahan polyester (PE). Karakteristik campuran dua bahan ini menghasilkan kain yang nyaman dan dingin saat digunakan.

Kombinasi lainnya, terdiri dari tiga jenis bahan dasar, yaitu polyester, katun dan rayon. Kain campuran tiga bahan ini disebut juga Tri-blends. Karakter bahan Tri-blends adalah tidak mudah kusam, lembut serta lentur.

3. Lycra

Bahan lycra atau yang sering disebut juga dengan spandex adalah bahan kain yang memiliki karakteristik sangat lentur, permukaannya halus serta nyaman digunakan. Bahan ini umumnya dipakai sebagai bahan kaos untuk seragam olahraga, seperti atlet sepeda. Bahan ini terbuat dari bahan sintesis, namun keunggulannya dalam hal kelenturan dan kenyamanan, membuat bahan ini sebagai salah satu bahan yang paling digemari orang di seluruh dunia.

4. Linen

Linen adalah bahan yang sering disebut lebih unggul dari pada katun. Bahkan menurut sejarah, bahan ini telah digunakan sejak 6.000 SM di Mesir Kuno dan Mesopotamia. Karakteristik linen adalah memiliki daya serap air dan keringat yang tinggi, lebih kuat 30% dibandingkan katun dan cocok digunakan pada segala cuaca.

Keunggulan lain dari linen adalah karena bahannya dari serat tumbuhan, menjadikan linen aman dipakai oleh orang-orang yang alergi/sensitif dengan bahan kimia.

5. Modal

Bahan modal atau yang disebut juga dengan bahan polysonic adalah bahan yang terbuat dari serat kayu. Karakteristiknya adalah teksturnya sangat lembut. Karena bahan ini memiliki aliran pertukaran udara yang baik serta daya serat keringat yang juga tinggi, maka cocok dibuat sebagai kaos musim panas.

6. Polyester (PE)

Bahan polyester adalah bahan kain sintesis yang umumnya terbuat dari ethylene glycol dan terephthalic acid. Karakteristik unggul dari bahan ini adalah tidak mudah menyusut, mudah dibersihkan dan teksturnya lembut.

7. Rayon

Seperti juga polyester, rayon juga adalah bahan kain sintetis. Bahan ini disebut “Sutera Buatan” karena memiliki karakteristik seperti bahan sutera yang sangat halus, lentur dan mampu menyerap keringat. Keunggulan lain dibandingkan dengan sutera, tentu adalah dari sisi harga, rayon lebih murah.

8. Supima Cotton

Supima cotton atau bahasa indonesianya adalah Katun Supima adalah bahan katun yang langka dan diproduksi secara ekslusif. Hal ini disebabkan karena kapas bahan baku dari katun ini hanya berasal dari Amerika Serikat dan hanya berjumlah 1% dari total produksi katun dunia. Oleh karena itu, harganya menjadi jauh lebih mahal dibanding katun lain.

Karakteristik katun supima adalah serat kainnya yang lebih panjang 1/2 meter dibanding dengan serat katun umumnya. Katun supima juga memiliki tekstur yang lembut dan warna yang lebih cerah.

9. Bamboo Cotton

Karakteristik katun bambu adalah memiliki fitur-fitur yang lain dari pada yang lain. Fitur tersebut antara lain anti bakteri, anti bau ketiak serta anti listrik statis. Kain ini juga memiliki karakter yang lembut, kuat, lentur dan dingin saat dikenakan. Selain karakteristik dari bahannya, katun bambu juga dibilai lebih sustainable atau ramah lingkungan, hal ini karena bahan kain ini terbuat dari material alami.

Kekurangan bahan kain ini adalah harganya relatif agak mahal dibanding katun lain, walaupun masih lebih murah dari pada katun supima.

10. Oxford Weave

Karakteristik dari bahan Oxford Weave adalah ketahanan yang baik, tekstur yang lembut dan halus, serta sangat nyaman digunakan. Bahan kain ini terbuat dari material bulu domba berkualitas tinggi dan karena itu harganya dibandrol lebih tinggi dibanding bahan lainnya.

Semoga artikel ini menambah wawasanmu tentang bahan kain untuk kaos maupun kemeja distro ya. Jika kamu masih bingung bahan apa yang paling sesuai untuk desainmu, jangan ragu untuk konsultasi dengan Jasa Konveksi Atteso Production, kami dengan senang hati akan membantu atau bisa langsung hubungi kami melalui WA : 0822-1943-6009 atau KLIK DISINI!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *